Kabarberinews– warga dan ketua RT 06 dan RT diwilayah RW 02 Kelurahan Mojo Gubeng Surabaya menyampaikan penolakan terhadap masuknya sampah dari sejumlah wilayah lain ke TPS Mojo. Penolakan tersebut muncul karena masyarakat menilai kondisi TPS sudah melebihi kapasitas dan dikhawatirkan akan semakin berdampak pada lingkungan serta kesehatan warga yang disampaikan cak Ismail sebagai warga mojo sekitar TPS kaliwaron.
Menurut warga, sampah yang masuk ke TPS Mojo tidak hanya berasal dari wilayah setempat, tetapi juga disebut berasal dari beberapa kawasan lain, di antaranya Kecamatan Tambaksari, Kelurahan Ploso, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Mulyorejo, Kelurahan Kalijudan, serta beberapa RW lainnya. Kondisi ini dinilai memicu keresahan karena volume sampah terus meningkat.
Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan distribusi sampah agar tidak membebani satu wilayah. Mereka juga meminta adanya pemerataan lokasi penampungan sementara serta pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Di sisi lain, sebagian warga menilai respons dari pihak Kelurahan Mojo terhadap arahan Pemerintah Kota masih belum memenuhi harapan masyarakat. Warga berharap komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat dapat ditingkatkan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Masyarakat secara khusus meminta Wali Kota Surabaya untuk turun langsung meninjau kondisi TPS Mojo sore hari agar dapat melihat situasi yang terjadi di lapangan, mendengarkan aspirasi warga, serta mengambil langkah penyelesaian yang adil bagi semua pihak.
Warga menegaskan bahwa penolakan ini bukan ditujukan untuk menghambat pelayanan kebersihan Kota Surabaya, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang bersih, sehat nyaman sesuai peraturan pemerintah.disampaiakan warga saat rapat di kelurahan mojo gubeng .